Acara Pamitan SMA Negeri 1 Gomo Murni Inisiatif Orang Tua Siswa
RUBIS.ID, NISEL - Acara pamitan di sekolah SMA Negeri 1 Gomo yang dilaksanakan pada hari Rabu, (23/4) kemarin di Desa Sifaoro'asi Jln. Mazo Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan murni inisiatif orang tua siswa/siswi tanpa paksaan dari pihak sekolah.
Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pamitan berinisial VXLT saat diwawancarai oleh sejumlah awak media. Rabu, (30/4) mengatakan bahwa acara ini mulanya kami mengadakan rapat pembentukan panitia pamitan bersama teman-teman tanpa diketuai oleh kepala sekolah maupun para guru. Setelah terbentuk panita kemudian kami melayangkan surat undangan tersebut kepada Kepala sekolah dan Kasek pun waktu itu merasa kecewa kemudian terpaksa menerima surat undangannya.
"Pamitan ini murni inisiatif kami bersama teman-teman kelas XII SMA Negeri 1 Gomo dan ini menandakan sebagai ucapan syukur kepada Kepala Sekolah dan Guru karena kami telah di didik dan di ajarkan selama 3 tahun", imbuhnya.
Lanjut, ketua panitia mengatakan bahwa kami telah sepakat tetap melaksanakan pamitan ini, karena itu sudah tradisi dan juga merasa iri dimana mana sebelumnya senior penamatan pendahulu telah melaksanakan pamitan.
"Kami juga memaksa kehendak dengan tetap melaksanakan pamitan dan kami juga memohon kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gomo sambi meneteskan air mata agar tetap dilaksanakan pamitan", ungkapnya.
Terkait tuduhan kepada kepala sekolah bahwa Ianya memungut uang pamitan kepada siswa/siswi itu tidak benar alias fitnah (hoax).
"Ketua panitia juga mengatakan bahwa kami membayarkan uang pamitan tersebut sebesar Rp 250.000 bukan Rp. 400.000 dan itu kami yang kelola bersama panitia dan tidak terlibat Kasek maupun para guru SMA Negeri 1 Gomo", tandasnya.
Mewakili orang tua siswa, Martiani Telaumbanua alias Ina Restui mengatakan bahwa kami sebagai orang tua siswa/siswi tidak berkesudahan kalau orang tua melaksanakan pamitan atau doa bersama terhadap para ibu guru yang selama ini telah menjadi orang tua anak kami selama tiga tahun lamanya.
"Kita sebagai manusia dan punya budaya tau berterima kasih atas dedikasi tinggi para bapak ibu guru yang telah membentuk dan mendidik anak kami hingga dapat menamatkan sekolah. Itulah rasa ucapan terimakasih kami sebagai orang tua murid, bukan bentuk uang dan hadiah hanya doa", ujarnya.
Lebih lanjut, Martiani Telaumbanua mengatakan bahwasanya kalau ada kata tuduhan ada pungutan para bapak ibu guru, atas pamitan yang kita laksanakan, terlalu naif dan tidak berkemanusiaan.
"Sebagai umat ciptaan Tuhan kita selalu tau bersukur dan berterimakasih kepada orang yang telah berjasa kepada kita," tambahnya.
Ketua komite SMA Negeri I Gomo, Baloizatulo Telaumbanua (60), alias Ama Septin menyampaikan bahwasanya acara pamitan tersebut dilaksanakan langsung oleh siswa/siswi bersama orang tua tanpa diketahui kepala sekolah SMA Negeri 1 Gomo.
"Bahkan saya juga melarang para siswa/siswi untuk tidak melaksanakan yang namanya pamitan. Justru mereka bersama orang tua memaksa kehendak tetap melaksanakan pamitan dengan alasan sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada bapak ibu guru," tandas Baloizatulo.
Terkait kata sumbang atau tuduhan miring terhadap kasek, guru bahwa meminta sejumlah uang dari siswa kelas XII SMA Negeri I Gomo untuk giat pamitan, itu tidak benar. Pamitan yang dilakukan oleh siswa murni atas kemauan dan inisiatif para orang tua siswa dan murid.
Sementara, Kepala sekolah SMA Negeri I Gomo, Sudirman Telaumbanua menuturkan bahwa terkait pamitan dan doa bersama yang dilakukan siswa kelas XII merupakan inisiatif dan gagasan orang tua siswa.
Sama sekali saya tidak pernah menyuruh atau meminta siswa/siswi untuk melaksanakan pamitan di SMA Negeri I Gomo,apalagi melakukan pemungutan uang seperti yang dituduhkan.
"Justru saya melarang siswa/siswi melakukan kegiatan pamitan atau doa bersama mengingat sudah ada perintah dari Kepala Cabang Dinas (Kacab) Wilayah IV Telukdalam Yasokhi Hia", ungkapnya.
Sudirman juga sudah menyampaikan kepada komite sekolah, bahwa setiap kegiatan pamitan atau acara perpisahan tidak boleh dilaksanakan mengingat sudah ada perintah pimpinan wilayah cabang dinas. (Ikhtiar Wau)




Komentar