Aksi Demonstrasi Berpotensi Ganggu Distribusi Barang, Harga Cabai Merah Naik Tajam di Medan
Photo: Ilustrasi/ Istimewa
RUBIS.ID, MEDAN – Aksi demonstrasi yang marak terjadi belakangan ini dinilai berpotensi menghambat jalur distribusi barang dan jasa, khususnya di kawasan perkotaan. Hal ini disampaikan oleh Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi sekaligus Ketua Bahan Pangan Sumatera Utara, kepada awak media pada Senin (1/9).
Menurut Gunawan, demonstrasi dalam skala luas kerap membuat lalu lintas terganggu, terutama jika banyak pengguna jalan terpaksa berhenti atau mengalihkan rute. Kondisi ini bisa semakin berdampak jika kendaraan yang terganggu adalah kendaraan niaga yang membawa kebutuhan pokok masyarakat.
“Belum lagi banyak pelaku usaha yang memilih menutup toko sementara. Bahkan, tidak menutup kemungkinan petani atau peternak ikut terlibat dalam aksi demonstrasi. Semua ini berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah komoditas,” jelasnya.
Sejumlah pusat bisnis di Kota Medan pun terpantau lengang dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan aksi demonstrasi yang terjadi. Fenomena ini diyakini akan merambah ke kota-kota lain, khususnya di wilayah perkotaan.
Dari sisi ekonomi makro, Gunawan menambahkan bahwa aksi demonstrasi dapat berdampak ganda. Di satu sisi, jika aksi berlangsung damai dan tertib, hal itu mencerminkan demokrasi yang sehat dan bisa menjadi sinyal positif bagi investor. Namun, jika aksi tersebut berdampak pada stabilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, maka potensi negatifnya terhadap iklim investasi tak bisa dihindari.
“Demonstrasi bisa menjadi indikator kebebasan berpendapat yang sehat. Tapi kalau sampai mengganggu distribusi barang dan jasa, maka akan jadi masalah bagi ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumatera Utara mengalami lonjakan. Di Kota Medan, harga cabai merah mengalami kenaikan tajam dari Rp40.300 per kilogram pada Jumat pekan lalu, menjadi Rp62.100 per kilogram hari ini.
Namun, Gunawan menilai lonjakan harga cabai merah tersebut belum disebabkan oleh aksi demonstrasi.
“Distribusi masih relatif normal. Kenaikan harga lebih disebabkan oleh penurunan pasokan dan peningkatan permintaan, terutama dari daerah seperti Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau,” terangnya.
Sementara itu, harga beras justru tercatat mengalami tren penurunan di sejumlah pasar, dengan kisaran penurunan Rp250 hingga Rp500 per kilogram.
Pemerintah dan pelaku usaha diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan distribusi jika aksi demonstrasi terus berlangsung dalam skala yang lebih besar.(EL)

Komentar