KOPSI Mandiri Sumut Gelar Pertemuan Perdana, Siap Hidupkan Kembali Ekonomi Umat ala Syarikat Islam

Ket Foto: Pengurus dan anggota Koperasi Syarikat Islam Mandiri Sumatera Utara (KOPSI Mandiri Sumut) berfoto bersama usai menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) dan pertemuan perdana di Medan, Jumat (19/12/2025).(Dok.RBS/ ist)

RUBIS.ID, MEDAN — Setelah resmi menerima mandat melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 05/SKEP/KOPSI-MANDIRI/XII/2025 dari Pimpinan Pusat, Koperasi Syarikat Islam Mandiri Sumatera Utara (KOPSI Mandiri Sumut) menggelar pertemuan perdana sekaligus silaturahmi pengurus, Jumat (19/12). Kegiatan ini berlangsung penuh semangat dan nuansa keberkahan sebagai langkah awal menggerakkan ekonomi umat di Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KOPSI Mandiri Sumut, Husni Hamid Lubis, SE, didampingi Sekretaris Mhd. Yus Hanafi, ST Siregar, dan Bendahara Aris Supriyatmo, SE, MM. Koperasi ini menegaskan komitmennya untuk membawa semangat dan warisan perjuangan Syarikat Islam ke dalam praktik ekonomi masyarakat modern.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Ketua Bidang, di antaranya M. Ihsan Kurnia, SE, Muhammad Irfan, dan Umar Lubis, serta sejumlah kepala bidang lainnya. Ketua Dewan Pengawas, Dr. Ali Amran Tanjung, SH, MH, berhalangan hadir karena sedang berada di Jakarta. Pesan dan arahannya disampaikan oleh perwakilan Dewan Pengawas, H. Siswanto, SH, M.Pd, yang menekankan pentingnya sinergi antara nilai-nilai agama dan kemajuan ekonomi umat.

Dalam sambutan pembukaannya, Husni Hamid Lubis menyampaikan bahwa KOPSI Mandiri Sumut bukan sekadar koperasi pada umumnya, melainkan kelanjutan dari cita-cita besar Syarikat Islam yang telah berdiri sejak tahun 1912.

“Kita bukan hanya menjalankan koperasi biasa. Ini adalah perpanjangan tangan perjuangan Syarikat Islam untuk mengangkat derajat ekonomi umat dari bawah, sebagaimana dicita-citakan para bapak bangsa,” tegasnya.

Warisan Perjuangan Syarikat Islam

Syarikat Islam lahir di tengah tekanan kolonialisme yang menindas ekonomi rakyat. Tokoh-tokoh besar seperti HOS Tjokroaminoto menjadikan organisasi ini sebagai wadah perjuangan politik, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Sejak awal, Syarikat Islam telah mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan melalui toko bersama, bank rakyat Islam, dan usaha produktif berbasis keadilan sosial.

Nilai-nilai utama yang diusung meliputi keadilan ekonomi, gotong royong, keberkahan, dan kemandirian umat. Prinsip-prinsip tersebut kini dihidupkan kembali melalui KOPSI Mandiri Sumut dalam konteks ekonomi modern.

Berlandaskan Hukum dan Nilai Syariah

Selain berpijak pada nilai keislaman, KOPSI Mandiri Sumut juga beroperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Koperasi. Undang-undang tersebut menegaskan koperasi sebagai soko guru perekonomian rakyat dengan prinsip kekeluargaan, demokrasi, partisipasi anggota, keadilan pembagian hasil usaha, serta kemandirian. Dengan mengombinasikan regulasi nasional dan nilai Syarikat Islam, KOPSI Mandiri Sumut menghadirkan model ekonomi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan sosial.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kehadiran KOPSI Mandiri Sumut diharapkan memberi dampak langsung bagi anggota dan masyarakat luas, antara lain melalui akses permodalan yang mudah dan terjangkau sesuai prinsip syariah, pengembangan usaha bersama di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM kreatif, serta pelatihan gratis di bidang literasi keuangan dan manajemen usaha.

Selain itu, koperasi ini juga menjadi wadah silaturahmi pelaku usaha lintas daerah di Sumatera Utara serta menyalurkan bantuan sosial dari sebagian hasil usaha untuk pendidikan dan kesehatan anggota yang membutuhkan.

Program Unggulan Siap Diluncurkan

Dalam rapat perdana tersebut, pengurus menyepakati sejumlah program unggulan yang akan segera direalisasikan, di antaranya pembukaan Pasar Syariah Mandiri untuk memasarkan produk UMKM anggota, pendirian Koperasi Tani Organik, program Pendidikan Ekonomi untuk Anak Muda, serta kerja sama strategis dengan bank-bank syariah guna memperluas akses pembiayaan.

Sekretaris KOPSI Mandiri Sumut, Mhd. Yus Hanafi, ST Siregar, menegaskan bahwa koperasi ini ingin membuktikan ekonomi umat sebagai gerakan nyata. “Ekonomi umat bukan sekadar jargon. Ini adalah gerakan kolektif yang mampu mengubah nasib masyarakat jika dikelola dengan amanah dan profesional,” pungkasnya.(*)

Komentar

Loading...