OJK Sumut Perkuat Pembiayaan Jagung Tapsel Lewat Skema SEJAGAT

Teks foto: Suasana penandatanganan kerja sama pengembangan jagung rakyat tangguh (SEJAGAT) yang digelar di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).(Dok.OJK/ Ist)

RUBIS.ID, TAPANULI SELATAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara terus mendorong pengembangan sektor jagung di Kabupaten Tapanuli Selatan melalui penguatan pembiayaan sektor produktif guna mendukung ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien dalam kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sektor jagung di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).

Menurut Khoirul, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya guna membangun ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“OJK mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan atas inisiasi kegiatan strategis ini sebagai wadah memperkuat sinkronisasi, sinergi, dan kolaborasi dalam pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi daerah, serta penguatan ekonomi daerah. Kami juga menyambut baik penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan jagung sebagai langkah nyata mendorong sektor unggulan daerah,” ujar Khoirul.

OJK menegaskan dukungannya terhadap Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) sebagai kontribusi sektor jasa keuangan dalam mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui program tersebut, OJK mendorong penguatan ekosistem pembiayaan sektor produktif yang melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

Khoirul menilai komoditas jagung memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dukungan pembiayaan dari sektor jasa keuangan diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi petani dan UMKM, termasuk melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian.

Salah satu langkah konkret yang didorong yakni melalui skema pengembangan perkebunan jagung rakyat tangguh atau SEJAGAT. Program ini dinilai sebagai langkah progresif dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor perkebunan jagung di Tapanuli Selatan.

Melalui kolaborasi antara kelompok tani, perbankan, dan offtaker, skema tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong praktik perkebunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, program SEJAGAT juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan jagung melalui dukungan input produksi dan pendampingan teknis dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama para pemangku kepentingan terkait.

Berdasarkan data OJK, outstanding kredit jagung di Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar Rp276,37 miliar pada Desember 2020 menjadi sekitar Rp716,5 miliar pada Maret 2026. Hampir seluruh pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM. Meski demikian, penetrasi pembiayaan sektor jagung dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

“Kita harus menyadari bahwa di tengah ketidakpastian global, ketahanan ekonomi daerah adalah kunci utama. Kita tidak bisa mengendalikan geopolitik dunia, tetapi kita bisa memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang kuat,” kata Gus Irawan.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dengan sejumlah pihak, di antaranya Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Cabang Sipirok, Perum Bulog Kantor Cabang Padangsidimpuan, BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan, serta kelompok tani yakni Kelompok Tani Suka Bersama, Kelompok Tani Cinta Damai, dan Kelompok Tani Setia Kawan.

Kerja sama itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengembangan jagung daerah yang terintegrasi mulai dari pembiayaan, pendampingan, penguatan usaha, hingga kepastian pasar sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.(*)

Komentar

Loading...