Batik Air Kembali Layani Rute Colombo–Kuala Lumpur Mulai 30 Maret 2026
RUBIS.ID, COLOMBO – Batik Air akan kembali mengoperasikan penerbangan penumpang berjadwal rute Colombo–Kuala Lumpur mulai 30 Maret 2026 dengan frekuensi empat kali dalam sepekan. Langkah ini sekaligus menghidupkan kembali salah satu jalur udara penting yang menghubungkan Sri Lanka dan Malaysia.
Pengumuman kembalinya layanan tersebut disampaikan dalam pertemuan pemangku kepentingan di Kolombo yang dihadiri perwakilan sektor penerbangan, pariwisata, serta komunitas diplomatik. Rute ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wisata, perjalanan bisnis, dan aktivitas kargo udara di kedua negara.
Charles Wijesundera, Founder dan President M&C Aviation selaku General Sales Agent (GSA) Batik Air di Sri Lanka, mengatakan pembukaan kembali rute ini akan memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat Sri Lanka. Ia menjelaskan, Batik Air—yang sebelumnya dikenal sebagai Malindo Air—mengusung model maskapai hibrida yang memadukan harga kompetitif dengan layanan bernuansa full service.
Menurutnya, penerbangan Colombo–Kuala Lumpur juga membuka akses konektivitas lanjutan melalui Kuala Lumpur menuju berbagai destinasi di Asia Tenggara, Asia Timur, Tiongkok, hingga Australia. Rute ini diproyeksikan menarik wisatawan, pelaku bisnis, mahasiswa, serta penumpang kunjungan keluarga (VFR), sekaligus mendukung peningkatan ekspor kargo dari Sri Lanka.
Sementara itu, Direktur Tourism Malaysia Hishamuddin menyebut tambahan kapasitas penerbangan akan semakin merangsang perjalanan dua arah. Malaysia mencatat 61.766 kunjungan wisatawan asal Sri Lanka pada 2024, meningkat menjadi 77.022 pada 2025 atau tumbuh 24,7 persen secara tahunan.
Dengan hadirnya empat penerbangan mingguan Batik Air, Tourism Malaysia menargetkan kenaikan tambahan 10–15 persen wisatawan Sri Lanka pada 2026, yang telah ditetapkan sebagai Visit Malaysia Year. Promosi bersama maskapai dan agen perjalanan Sri Lanka juga akan digencarkan, termasuk kampanye wisata minat khusus seperti golf dan paket tematik lainnya.
Menyambut positif perkembangan tersebut, Direktur Jenderal sekaligus CEO Civil Aviation Authority of Sri Lanka, Kapten Daminda Rambukwella, menegaskan pertumbuhan sektor penerbangan berjalan seiring dengan pemulihan pariwisata nasional. Ia menilai kembalinya layanan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan maskapai terhadap pasar Sri Lanka di tengah tren ekspansi kapasitas oleh sejumlah operator dalam beberapa bulan terakhir.
Otoritas penerbangan, lanjutnya, berkomitmen memastikan operasional maskapai berjalan aman, selamat, dan efisien guna mendukung pertumbuhan industri aviasi nasional. (*)




Komentar