11 Titik Jalan Provinsi di Ulu Pungkut Longsor, Akses Warga Terancam Lumpuh

RUBIS.ID, MANDAILING NATAL – Akses transportasi di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, berada dalam kondisi kritis. Dalam sepekan terakhir, tercatat sedikitnya 11 titik jalan provinsi amblas dan longsor ke jurang akibat intensitas hujan yang tinggi.

Kerusakan terparah tersebar di sepanjang jalur perbukitan yang menghubungkan antar desa, mulai dari Desa Hutarimbaru hingga Desa Simpang Banyak Julu. Di sejumlah lokasi terlihat retakan panjang pada badan jalan yang berujung pada runtuhnya lapisan aspal ke jurang sedalam puluhan meter.

Beberapa titik bahkan kehilangan separuh badan jalan, memaksa kendaraan roda empat harus mengantre dan melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup. Kondisi ini memperlambat mobilitas warga serta distribusi barang kebutuhan pokok.

Kepala Desa Muara Saladi, Saparuddin, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama rapuhnya struktur tanah di kawasan tersebut.

“Ada yang separuh badan jalan hilang, ada juga yang menyisakan sedikit bahu jalan. Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan ke dinas provinsi dan saat ini tengah menunggu realisasi,” ujar Saparuddin, Sabtu (1/3).

Jalur provinsi tersebut merupakan nadi utama distribusi logistik dan hasil pertanian masyarakat Ulu Pungkut. Jika perbaikan tak segera dilakukan, dikhawatirkan wilayah tersebut akan mengalami isolasi ekonomi, terutama bagi desa-desa yang berada di daerah perbukitan.

Sejumlah risiko kini menjadi perhatian warga dan pengguna jalan, di antaranya:

* Minim Pengaman – Banyak titik longsor berada di tebing curam tanpa pembatas jalan atau rambu peringatan yang memadai.

* Kondisi Licin – Hujan yang masih terus mengguyur membuat sisa badan jalan menjadi sangat licin dan berbahaya, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan bus penumpang.

* Potensi Longsor Susulan – Masyarakat diminta tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah Sumatera Utara diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera turun tangan melakukan penanganan darurat, seperti pemasangan rambu peringatan, penguatan tebing, hingga perbaikan permanen agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lumpuh.(RR)

Komentar

Loading...