Wakil Wali Kota Tanjungbalai Imbau Pedagang Pindah ke Lapak Resmi di Pasar Bahagia
RUBIS.ID, TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota Tanjungbalai terus berupaya menata kawasan pasar tradisional agar lebih tertib, nyaman, dan layak bagi semua pihak. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah mengimbau para pedagang, khususnya yang masih berjualan di bahu jalan dan trotoar di kawasan Pasar Bahagia, untuk segera berpindah ke lapak resmi yang telah disiapkan di dalam area pasar.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, yang turun langsung ke lapangan dengan pendekatan dialogis dan humanis. Ia menemui para pedagang kaki lima (PKL) sekaligus membagikan surat imbauan agar segera menempati lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah.
Langkah ini bertujuan menertibkan aktivitas perdagangan di kawasan pasar agar tidak lagi menggunakan badan jalan dan trotoar, demi menjaga ketertiban, kenyamanan, kebersihan, serta keindahan kota.
Dalam dialognya dengan pedagang, Fadly meminta agar para PKL mulai mengosongkan lapak di badan jalan paling lambat Selasa, 14 April 2026. Setelah itu, petugas akan melakukan penertiban dan pembongkaran terhadap bangunan atau pondok yang masih berdiri di area terlarang.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun ketertiban dan kenyamanan lingkungan harus tetap dijaga. Lapak resmi yang disediakan diharapkan mampu mendukung aktivitas jual beli yang aman tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun pejalan kaki.
Selain itu, Fadly juga menginstruksikan seluruh petugas untuk bersiap menghadapi penertiban yang dijadwalkan pada Rabu, 15 April 2026. Ia meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pedagang yang telah menerima imbauan.
“Penertiban harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih. Jika pun ada interaksi dengan masyarakat, hindari gesekan,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan untuk menata parkir dan lokasi mangkal becak bermotor (betor) agar tidak berada di badan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan di kawasan Pasar Bahagia.
Sementara itu, salah seorang pedagang menyatakan kesiapannya untuk pindah dari badan jalan, dengan catatan pemerintah menjamin lapak yang ditinggalkan tidak diberikan kepada pedagang baru serta penertiban dilakukan secara adil.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Pemko Tanjungbalai, di antaranya Asisten Ekbang Tajul Akbar Nur Ritonga, Kadis PUTR Tety Juliani, Kasatpol PP Pahala Zulfikar, Plt Kadis Disdagper Wiwik Fitria, Plt Kadis Perhubungan Elvandia, serta para camat, lurah, dan petugas terkait lainnya. (CR)




Komentar