Isu Mobil & Rumah, Fawer Sihite Tegaskan Ilal Mahdi Nasution Sosok Taat Aturan, Minta Publik Hentikan Opini Negatif Karena Cemburu

RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR — Fawer Sihite angkat bicara menanggapi berbagai isu miring yang diarahkan kepada Ilal Mahdi Nasution. Sebagai sahabat lama, Fawer menegaskan bahwa tudingan yang beredar tidak berdasar dan sarat dengan penggiringan opini.

“Saya percaya Ilal Mahdi Nasution adalah sosok yang taat dan berkomitmen terhadap aturan perundang-undangan. Saya sudah mengenal beliau sejak tahun 2017, hampir satu dekade. Saya cukup memahami integritas dan karakter beliau,” tegas Fawer.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar dan cenderung spekulatif.

“Jangan karena asumsi, lalu digiring menjadi seolah-olah fakta. Ini tidak baik dan bisa merusak kualitas demokrasi kita. Publik harus lebih bijak dalam menyaring informasi,” ujarnya.

Terkait isu kepemilikan aset seperti mobil dan rumah, Fawer menilai hal tersebut masih dalam batas kewajaran dan tidak patut dipolitisasi.

“Beliau pernah menjadi Ketua Tim pemenangan Wesly Silalahi, dan kita tahu latar belakang ekonomi Wesly. Saat ini Ilal juga dipercaya sebagai Dewan Pengawas Perumda PDAM Tirta Uli. Jadi jika beliau mampu membeli kendaraan atau membangun rumah, itu hal yang wajar,” jelasnya.

Fawer juga menyinggung fenomena sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat, yakni kecenderungan menggiring isu karena faktor kecemburuan.

“Kalau kita belum mampu seperti beliau, jangan kemudian berubah jadi cemburu dan menyebarkan gosip. Itu bukan budaya yang sehat,” tambahnya.

Lebih jauh, Fawer menilai Ilal Mahdi Nasution sebagai pribadi religius dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Setahu saya, beliau taat beribadah dan juga sering diundang untuk menyampaikan ceramah,” katanya.

Dalam perjalanan organisasi, Ilal disebut ditempa dalam lingkungan yang kuat bersama sejumlah tokoh dan rekan seperjuangan seperti Bang El Kananda Shah sebagai mentor, Sabaruddin Sirait, Willi Sidauruk, Alfredo Saragih, dan Frengky Simanjuntak.

“Beliau juga pernah dipercaya menjadi Ketua KNPI Pematangsiantar. Itu menunjukkan kapasitas kepemimpinan beliau sudah teruji,” ungkap Fawer.

Fawer turut menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam demokrasi.

“Kami pernah berada dalam satu barisan pada Pilgub Sumut mendukung pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (ERAMAS). Pada Pilkada Siantar 2024 kami berbeda pilihan, itu hal biasa. Hari ini beliau berada di posisi menang, wajar menikmati hasil. Yang belum menang, ya harus legowo. Begitulah dinamika politik,” jelasnya.

Sebagai penutup, Fawer menegaskan pentingnya menjunjung prinsip negara hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Jika ada persoalan hukum, tentu ada mekanisme yang bekerja. Jangan kita mendahului dengan opini yang tidak berdasar,” pungkasnya.(*)

Komentar

Loading...