1. Beranda
  2. Daerah
  3. News

Masyarakat Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Plh Wali Kota Tanjungbalai Sidak Sejumlah SPBE dan Pangkalan

Oleh ,

RUBIS.ID, TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG subsidi ukuran 3 kilogram (Kg).

Didampingi unsur Forkopimda atau perwakilannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tajul Abrar Ritonga, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Wiwi Fitria, Kepala Dinas Perhubungan Elvandia, Kabag Perekonomian Rini Diana, Camat Datuk Bandar Syamsul Efendi, serta Camat Teluk Nibung Darmansyah Merta Wijaya, Plh Wali Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan pangkalan LPG di Kota Tanjungbalai, Selasa (2/6/2026).

Sidak dilakukan di beberapa titik, di antaranya PT Tomimaru Gasindo, PT Anugerah Tetap Jaga, dan PT Selina Jaya Sempurna guna memastikan kondisi distribusi LPG 3 Kg yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Muhammad Fadly Abdina mengatakan, sidak tersebut merupakan langkah antisipatif untuk mengetahui secara langsung penyebab kelangkaan LPG subsidi yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa gas LPG khususnya ukuran 3 Kg mengalami kelangkaan, bahkan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan di tingkat pengecer. Karena itu, kami turun langsung ke lapangan untuk melihat dan mengetahui apa sebenarnya permasalahan yang terjadi,” ujarnya.

Menurut Fadly, kelangkaan LPG subsidi sempat membuat masyarakat Kota Tanjungbalai kebingungan. Bahkan di sejumlah kios yang masih memiliki stok, harga jual LPG disebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Namun berdasarkan hasil sidak yang dilakukan, Pemko Tanjungbalai tidak menemukan adanya kendala pada proses distribusi maupun pengurangan pasokan LPG 3 Kg dari pihak Pertamina.

“Tadi saat sidak ke PT Tomimaru Gasindo di Jalan Jenderal Sudirman, pihak SPBE menjelaskan bahwa distribusi LPG ukuran 3 Kg berjalan normal sesuai Delivery Order (DO) dari Pertamina dan tidak ada pengurangan jumlah. Hal yang sama juga disampaikan oleh PT Anugerah Tetap Jaga dan PT Selina Jaya Sempurna. Dari keterangan mereka, tidak ada masalah dalam penyaluran,” jelas Fadly.

Meski demikian, Pemko Tanjungbalai belum ingin mengambil kesimpulan terkait penyebab kelangkaan yang terjadi di tingkat masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan melanjutkan pengecekan langsung ke agen dan pangkalan LPG lainnya.

“Besok kami akan melakukan pengecekan langsung ke agen dan pangkalan lainnya di Kota Tanjungbalai untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi persoalan. Ini harus segera kita selesaikan agar masyarakat tidak lagi khawatir,” tegasnya.

Fadly menjelaskan, di Kota Tanjungbalai terdapat lima agen LPG yang setiap harinya mendistribusikan sekitar enam ton gas LPG dari SPBE yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.
“Kami akan melakukan kroscek langsung ke agen dan pangkalan untuk memastikan tidak ada hal-hal yang merugikan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta para agen agar menyerahkan data pangkalan LPG yang aktif guna memudahkan tim melakukan pengawasan dan monitoring di lapangan.

“Kami belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di tingkat bawah. Jangan sampai ada oknum yang mendiskreditkan program pemerintah, mendiskreditkan kerja-kerja Pertamina, atau melakukan tindakan yang melawan hukum,” ujarnya.

Fadly menegaskan dirinya belum ingin berspekulasi mengenai adanya permainan oknum tertentu yang mengambil keuntungan dari distribusi LPG subsidi.

“Saya tidak mau menyimpulkan terlebih dahulu. Karena itu saya turun langsung untuk mencari tahu persoalan yang sebenarnya. Jika nantinya ditemukan ada oknum yang mengambil keuntungan dari situasi ini, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah atau pihak terkait,” pungkasnya. (CR)

Baca Juga