Pasokan Tertekan, Harga Cabai Merah dan Hijau Berpeluang Naik di Sumut
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional di Sumatera Utara.(Foto: Istimewa)
RUBIS.ID, MEDAN — Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir pekan ini terpantau relatif stabil. Dalam sepekan terakhir, pergerakan harga pangan masih cenderung tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun demikian, potensi kenaikan harga mulai terlihat pada beberapa komoditas strategis, seiring dengan siklus produksi pertanian yang dinilai kurang optimal. Hal tersebut disampaikan Pengamat Ekonomi sekaligus Ketua Bahan Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
“Secara umum harga pangan masih stabil. Tetapi saya melihat ada potensi kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok, terutama akibat produksi panen yang tidak begitu bagus,” ujarnya.
Gunawan menjelaskan, dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumut pada November 2025 mulai memengaruhi produksi cabai merah dan cabai hijau. Gangguan panen tersebut diproyeksikan mulai terasa pada awal pekan ini dan berpotensi berlangsung hingga Februari 2026.
“Produksi cabai merah dan hijau akan terganggu. Meski ada panen dari daerah luar Sumut, itu hanya mampu meredam kenaikan harga, bukan menghilangkan potensi kenaikannya,” jelasnya.
Saat ini, harga cabai merah di tingkat pasar ditransaksikan pada kisaran Rp19.000 hingga Rp24.000 per kilogram, sementara cabai hijau berada di kisaran Rp19.000 per kilogram. Kedua jenis cabai tersebut diperkirakan berpeluang mengalami kenaikan dalam sepekan ke depan, meskipun masih dalam batas yang terbatas.
Berbeda halnya dengan cabai rawit yang saat ini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, yang justru masih berpotensi mengalami penurunan harga. Hal ini dipicu oleh pasokan dari Aceh yang dinilai masih cukup, meski sangat bergantung pada kelancaran jalur distribusi pascabencana sebelumnya.
Sementara itu, harga cabai caplak yang relatif stabil di kisaran Rp50.000 per kilogram diproyeksikan tidak mengalami perubahan berarti.
Untuk komoditas bawang merah, harga saat ini berada pada rentang Rp28.000 hingga Rp33.000 per kilogram dan diperkirakan tetap stabil dalam sepekan ke depan.
Harga daging ayam ras yang ditransaksikan pada kisaran Rp33.000 hingga Rp39.000–Rp40.000 per kilogram juga diproyeksikan stabil, bahkan hingga menjelang bulan Ramadan. Sementara harga daging sapi yang berada di kisaran Rp110.000 hingga Rp140.000 per kilogram diperkirakan akan tetap berfluktuasi dalam rentang harga tersebut.
Adapun harga telur ayam diproyeksikan stabil pada kisaran Rp1.600 hingga Rp2.300 per butir.
Untuk komoditas pokok lainnya seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng, Gunawan menilai harga masih akan cenderung stabil. Di tingkat produsen, harga beras diperkirakan tetap berada pada kisaran Rp13.800 hingga Rp14.300 per kilogram, seiring dengan mulai melimpahnya pasokan panen.
Harga gula pasir diproyeksikan berada pada rentang Rp17.000 hingga Rp18.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah diperkirakan stabil pada kisaran Rp17.500 hingga Rp18.500 per kilogram.
Sementara untuk komoditas hortikultura lainnya seperti tomat, buncis, kol, wortel, hingga kentang, diproyeksikan bergerak volatil namun masih dalam rentang terbatas dan tidak jauh berbeda dibandingkan pekan sebelumnya. (*)




Komentar