Pemko Tanjungbalai dan Pertamina Bahas Mekanisme Penyaluran LPG 3 Kg, Perkuat Pengawasan Distribusi
RUBIS.ID, MEDAN – Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) membahas mekanisme penyaluran LPG 3 kilogram (kg) di Kota Tanjungbalai guna merespons keluhan masyarakat terkait ketersediaan gas subsidi tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan yang berlangsung di Medan, Senin (8/6/2026), dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina. Ia didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tajul Abrar, Kabag Perekonomian Rini Diana, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rombongan Pemko Tanjungbalai diterima oleh Sales Branch Manager Medan VII Gas Pertamina Patra Niaga, Erky Randika, bersama Tim Communication Relations (Comrel) Sumbagut.
Dalam pertemuan tersebut, Pertamina menjelaskan bahwa pasokan LPG ke SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Tanjungbalai hingga saat ini terpantau berjalan lancar dan didukung fasilitas penyimpanan yang memadai. Penyaluran LPG 3 Kg juga terus dilakukan melalui lima agen LPG subsidi yang beroperasi di Kota Tanjungbalai.
Sales Branch Manager Medan VII Gas Pertamina Patra Niaga, Erky Randika, menyampaikan bahwa rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai mencapai sekitar 17.360 tabung per hari atau setara dengan 52,08 metrik ton (MT).
“Dalam beberapa waktu terakhir, realisasi penyaluran LPG 3 Kg masih berada pada kisaran normal, yakni antara 15.860 hingga 17.360 tabung per hari,” ujar Erky.
Menurutnya, Pertamina juga mencermati adanya peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah yang menyebabkan penyerapan produk berlangsung lebih cepat dibandingkan kondisi normal. Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok LPG 3 Kg masih tersedia di sejumlah pangkalan pada beberapa kecamatan di Kota Tanjungbalai dan disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah serta memastikan produk berasal dari rantai distribusi resmi.
“Masyarakat yang membutuhkan informasi atau menemukan indikasi penyimpangan distribusi dapat menghubungi Pertamina Call Center 135,” tambahnya.
Sementara itu, Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menegaskan adanya komitmen bersama antara Pemko Tanjungbalai dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk melakukan monitoring distribusi LPG secara berkala hingga ke tingkat pangkalan.
Ia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut juga disepakati akan digelar rapat lanjutan pada pekan depan yang melibatkan seluruh agen dan pangkalan LPG yang beroperasi di Kota Tanjungbalai.
“Dari data dan informasi yang kami peroleh dari pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, ketersediaan LPG di Kota Tanjungbalai saat ini dinilai mencukupi sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas,” kata Fadly.
Sebagai langkah lanjutan, Pertamina akan terus berkoordinasi dengan agen, pangkalan, Pemerintah Kota Tanjungbalai, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat pengawasan distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran.
Pemko Tanjungbalai berharap sinergi yang terjalin dengan Pertamina dapat memperbaiki mekanisme penyaluran LPG di daerah tersebut, termasuk dalam pengawasan kuota yang diterima agen dan pangkalan.
“Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan distribusi LPG subsidi dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Muhammad Fadly Abdina. (CR)




Komentar