Lewat Kolaborasi ala Bobby, Kota Tua Kesawan Kini Tak ‘Keriput Lagi’

Petugas parkir menikmati tatanan kota Tua Kesawan yang kian menawan. (Foto : instagram bobbynst)

TUJUH tahun lamanya, Zulkifli tetap setia mengalungkan kartu tanda pengenal petugas parkir di lehernya.

Matanya terus tertuju pada badan jalan Kesawan yang dipenuhi sejumlah kendaraan. Lalu lalang, bukan malang melintang.

Tak nampak satu kendaraan pun yang sembarang melipir.

Ya, Lahan parkir yang kian tersingkir memaksa Zulkifli lebih keras berfikir. Bagaimana cara agar rezekinya tidak ikut terpelintir.

"Alhamdulillah, saya sudah tujuh tahun menjadi tukang parkir di sini bang. Ya meskipun lahan parkir makin sempit, tapi setoran masih cukup bang," ujarnya saat membuka obrolan, kala ditemui Rubis.id, Sabtu, (13/1/2024) malam lalu.

Zulkifli, satu di antara petugas parkir yang lahannya ditertibkan dalam rangka revitalisasi Kota Tua Kesawan.

Demi memanjakan pejalan kaki, trotoar diperlebar. Kesawan ditata agar lebih elok dipandang mata.

Ini semua 'ulah' si Walikota Medan, Bobby Nasution. Di tangannya, Kota Tua itu disolek hingga tak 'keriput' lagi. Kesawan kini tampil lebih menawan.

Dengan kolaborasi yang melibatkan banyak pihak baik praktisi, akedemisi, budayawan, sejarawan hingga kaum muda, Bobby berhasil melunturkan kesan lusuh, kumuh dan kusam pada wajah Kota Tua Kesawan.

Pendestrian atau pelebaran jalan membuat pejalan kaki dan pelaku usaha memiliki ruang kebebasan.

Keberadaan kursi taman ditemani penerangan cahaya lampu beraksen Eropa di atas trotoar menampilkan kesan ruang terbuka yang eksotis.

Tak hanya sekadar memoles wajah si kota tua, Bobby juga berencana menghadirkan wisata sejarah di kawasan yang telah ada sejak abad ke-19 itu.

Suami Kahiyang Ayu ini ingin, kawasan di masa kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan, pemerintahan dan hiburan itu menjadi cagar budaya, wisata kuliner serta ikon baru Kota Medan.

Selain melestarikan bangunan tua yang berada di jalan tertua dan kini berganti nama menjadi Ahmad Yani, Bobby juga merevitalisasi gedung tua bersejarah, Warenhuis.

Menantu Presiden Jokowi itu berencana mengembalikan bangunan bekas supermarket pertama di Kota Medan yang hadir sejak 1916 silam ke bentuknya semula.

Apa yang dilakukan orang nomor satu di Medan itu mendapat apresiasi dan dukungan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Medan Area (UMA) Dr Wan Suryani SE MSi.

Dilansir dari laman Prokopim Pemko Medan, Wan Suryani menilai langkah Bobby sangat tepat.

 

Suasana Kota Tua Kesawan di malam hari. (Foto : Instagram bobbynst)

Menurutnya, isu pelestarian kawasan bersejarah, gedung bersejarah atau kota tua sudah menjadi trend saat ini.

Wan Suryani juga menyebutkan, gedung Warenhuis merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang merupakan warisan sangat penting sehingga dapat menjadi sumber sejarah maupun inspirasi kehidupan bangsa di masa kini dan masa akan datang.

“Saya satu pandangan dan sangat setuju dengan kebijakan Pak Bobby Nasution merevitalisasi gedung Warenhuis. Bukan hanya di kota-kota yang ada di Indonesia, di luar negeri juga saya lihat melakukan pelestarian gedung bersejarah dan kota tuanya untuk dikembangkan," katanya.

"Selain melakukan pelestarian, juga dapat memberikan masukan pendapatan dari segi ekonomi baik itu untuk daerah setempat maupun potensi pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang ada,” ujar Wan Suryani lagi.

Warenhuis akan menjadi magnet dan daya tarik baru sekaligus melengkapi keberadaan gedung-gedung bersejarah lainnya seperti Bank Nederlandsche Handel Maatschappij (1888), Masjid Gang Bengkok, Tjong A Fie Mansion, Restoran Tip Top serta gedung milik PT London Sumatera yang sudah ada dan berdiri sejak 1909 silam.

Sejumlah masukan pun hadir di tengah perjalanannya. Di antaranya oleh penggiat Medan Heritage.

Komunitas yang konsen mengajak masyarakat terkhusus kaum muda untuk menjaga, mencintai dan melestarikan situs sejarah itu ingin, Bobby Nasution tidak lelah mensosialisasikan kepada masyarakat terkait revitalisasi di Kesawan.

"Pak Bobby sebaiknya mensosialisasikan juga ke masyarakat agar masyarakat tahu sehingga tidak terjadi benturan. Masyarakat selayaknya paham Kesawan akan difungsikan seperti apa dan investor juga tidak khawatir untuk berinvestasi," ucap penggagas Medan Heritage, Rizky Syahfitri Nasution ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Rizky ingin proses revitalisasi Warenhuis tak jauh dari harapan masyarakat.

"Masyarakat berekspektasi Warenhuis menjadi ruang publik jangan sampai gak keren. Kalau bisa mereplika bangunannya agar kenangan itu tak pudar di makan zaman," katanya.

Harapan senada disampaikan aktivis sosial Erri Manto Damanik.

Dirinya menyarankan Bobby Nasution menempatkan petugas untuk mengawasi serta mensosialisasikan manfaat dari fasilitas itu sendiri.

"Karena memang saat ini banyak masyarakat yang tidak mengerti manfaat fasilitas itu. Banyak kendaaraan roda dua nekat menggunakan trotoar dan merampas hak pengguna jalan demi menghindari kemacetan. Ini sangat mengganggu tentunya," ucap pria yang akrab disapa Erri itu.

Dan tak kalah lebih pentingnya sambung Erri, adanya perawatan secara berkala agar heritage di Kota Tua tetap terlestarikan.

"Harapannya sederhana, kita warga Medan semakin bangga memiliki wisata sejarah dan tentunya kita akan ceritakan kepada dunia bahwa Medan adalah rumah kita," ungkapnya.

Sejarah Kesawan tentunya tak akan berhenti sampai di sini. Usai revitalisasi, sejarah baru akan ditorehkan.

Penampakan taman di kota tua Kesawan yang kian menawan. (Foto : Instagram bobbynst)

Sebagai representasi peradaban Kota Medan, Kesawan yang kini semakin menawan akan menjadi kawasan wisata sejarah yang bisa mendatangkan animo wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Tersenyumlah, bersiaplah, mari menatap sesuatu yang berbeda untuk Medan tercinta. (Kesuma Ramadhan)

Komentar

Loading...