Walikota Tanjungbalai Sambangi Jalan Warga Tergenang Air Limbah

RUBIS.ID, TANJUNGBALAI - Walikota Tanjungbalai Dr. H Waris Tholib S.Ag, MM bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tety Julianti S.T dan Asisten ll drh. Muslim kunjungi jalan warga yang terletak di Gang Becek (Wak Amat Es) Lk lll Jalan Suprapto, Kelurahan Tanjungbalai Kota lV, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai Sumatera Utara, Minggu (14/7/2024).

Sebelumnya pada hari Jumat 14 Juni 2024, warga Gang Becek lakukan aksi demo protes atas kekecewaan kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai dan juga Pokok pikiran (Pokir) salah satu anggota DPRD Tanjungbalai dari Dapil l, dengan melakukan aksi mandi dan mencuci pakaian dengan menggunakan air limbah tersebut.

Walikota Tanjungbalai Dr. H Waris Tholib S.Ag., MM bersama Kadis PUPR Tety Julianti S.T dan Asisten ll drh Muslim menyampaikan, Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam minggu ini akan berkunjung ke Direktorat Jenderal Bina Marga Balai yang mana ini jalan Nasional, berharap jalan besar Suprapto ini dapat di tangani dan teratasi dengan kerja sama.

"Ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi kepada kami, mau secara individu, lewat media Sosial maupun dari rekan jurnalis (Wartawan) sehingga kami lebih mengetahui setiap sudut Kota Tanjungbalai mengatasi persoalan persoalan masyarakat ini", ucapnya.

Kedatang Pemerintah Kota Tanjungbalai Ini Lanjutnya, dengan melaksankan penimbunan sementara, untuk masyarakat bisa melewati genangan air dengan tidak lagi mengkinting sepatu atau lainnya.

"Melihat kondisi warga ini, Kami prihatin dengan melakukan segera mungkin atas genangan air di Gang Becek bisa teratasi dengan baik dan terus di kerjakan secepatnya", ujarnya.

Pantauan awak media Walikota Tanjungbalai dan Kadis PUPR melakukan pembersihan drainase lumpur dan sampah dengan menggunakan cangkul di depan rumah warga, dan juga sebelum melakukan perbersihan Walikota Tanjungbalai di dampingi Kadis PUPR bersendau gurau kepada warga di gang wak amat es dengam menyirup kopi buatan masyarakat disebuah warung kecil, sebelum datangnya pasir timbun tersebut. (CR)

Komentar

Loading...