Pemerintah Gelar GPM Serentak di 5.709 Titik, 43.000 Ton Beras SPHP Didistribusikan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Foto: Istimewa)

RUBIS.ID, JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah melalui Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di 5.709 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui program ini, lebih dari 43.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah didistribusikan kepada masyarakat.

Program kolaboratif ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga sejumlah BUMN pangan seperti Pos Indonesia, Pupuk Indonesia, ID Food, dan PT Perkebunan Nusantara.

Di DKI Jakarta, kegiatan GPM dipusatkan di Lapangan Kantor Kementerian Pertanian, serta tersebar di 44 titik lainnya. Masyarakat ibu kota dapat memperoleh beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga khusus Rp60.000 per pack, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.

Komitmen Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa GPM merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengendalikan gejolak harga beras yang terjadi belakangan ini.

“Kami ingin membangun ekosistem pangan yang sehat. Gerakan pangan murah ini merupakan upaya nyata untuk menjaga stabilisasi pangan, khususnya beras, agar terjangkau dan dapat diakses masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (31/8/2025).

Senada, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengapresiasi inisiatif GPM yang dinilai efektif menurunkan jumlah daerah yang mengalami lonjakan harga beras.

“Empat minggu lalu, terdapat kenaikan harga beras di 233 kabupaten/kota. Kini, jumlah itu turun menjadi 200 daerah. Ini menunjukkan bahwa gerakan pangan murah dengan dukungan stok Bulog adalah langkah yang tepat,” kata Tito.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menjaga kestabilan harga pangan nasional.

“Kami menyampaikan penghargaan tinggi atas kolaborasi yang terjalin dalam GPM ini. Semoga ketersediaan dan harga pangan selalu dalam kondisi aman,” ucapnya.

Target 1,3 Juta Ton Beras SPHP hingga Akhir 2025

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa GPM merupakan bagian dari penyaluran beras SPHP yang ditargetkan mencapai 1,3 juta ton untuk periode Juli hingga Desember 2025.

“Program ini sangat strategis untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga stabil di seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” tegas Rizal.

Hingga 30 Agustus 2025, Bulog telah menyalurkan 299.600 ton beras SPHP dengan melibatkan lebih dari 30.000 mitra distribusi di seluruh Indonesia. Rata-rata penyaluran harian mencapai 6.000 ton.

Distribusi hari ini dilakukan serentak di 4.320 titik kecamatan di 38 provinsi, yang diperkuat oleh kerja sama lintas sektor, di antaranya:

* 414 titik distribusi bersama Polri
* 449 titik bersama TNI
* 129 titik melalui jaringan BUMN
* 415 titik lainnya melalui berbagai mitra distribusi

Sebagai bentuk komitmen terhadap layanan publik, Bulog juga menyediakan layanan pengaduan Bella Bulog di nomor 0811 1967 016. Masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau masukan terkait distribusi beras SPHP melalui saluran ini.

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dengan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN, GPM diharapkan tidak hanya menjaga keterjangkauan harga beras, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

Momentum ini menjadi refleksi nyata atas komitmen pemerintah dalam menjaga stabilisasi pangan dan kesejahteraan rakyat, sekaligus memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia dengan langkah yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)

Komentar

Loading...