Nataru 2026, Indosat Perkuat Infrastruktur dan Pulihkan Jaringan Pascabencana di Sumatera

Ket: Manajemen Indosat Ooredoo Hutchison saat pertemuan bersama insan media membahas kesiapan jaringan dan progres pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Sumatera jelang Nataru 2026.(Foto: RBS)

RUBIS.ID, MEDAN – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi dalam menghadapi lonjakan trafik komunikasi pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, khususnya di wilayah Sumatera. Kesiapan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama insan media yang membahas strategi penguatan jaringan serta progres pemulihan infrastruktur pascabencana, yang berlokasi di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Ballroom 3, Lantai 2, yang beralamat di Jl. Kapten Maulana Lubis No.7, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (16/12).

VP Head of Branding & Marketing Communication Circle Sumatera IOH, Sembodho Budiharto, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan pemetaan dan penguatan jaringan di berbagai titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama periode Nataru.

Dalam paparannya, IOH mengidentifikasi sebanyak 123 Point of Interest (POI) utama yang menjadi fokus penguatan jaringan. POI tersebut meliputi fasilitas umum, bandara, terminal bus, stasiun, stadion, hingga jalur-jalur strategis antarwilayah dan antarpulau.

“Sebanyak 123 POI tersebut mencakup jalan utama sepanjang 1.082 kilometer, jalan umum sepanjang 806 kilometer, serta jalur penghubung antarwilayah dan antarpulau. Ini menjadi fokus kami untuk memastikan konektivitas tetap optimal,” ujar Sembodho.

Untuk memastikan layanan tetap andal selama periode Nataru, IOH juga telah membentuk empat posko pemantauan jaringan di wilayah Sumatera. Posko tersebut tersebar di Medan, Pekanbaru, serta sejumlah titik strategis lainnya, dan berfungsi untuk memantau performa jaringan secara real time serta melakukan respons cepat jika terjadi gangguan.

Selain kesiapan Nataru, IOH turut memaparkan progres pemulihan jaringan di wilayah terdampak bencana alam. Di Sumatera Barat, hampir seluruh jaringan telah berhasil dipulihkan, dengan tersisa dua site yang masih dalam proses perbaikan. Sementara di Sumatera Utara, pemulihan jaringan telah mencapai 96 persen di wilayah terdampak.

“Untuk wilayah tertentu seperti Nias, saat ini recovery jaringan sudah mencapai lebih dari 60 persen dan terus kami tingkatkan. Ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus melakukan perbaikan demi melayani kebutuhan komunikasi masyarakat,” jelasnya.

Di Provinsi Aceh, proses pemulihan jaringan juga terus berjalan dengan capaian sekitar 40 persen. IOH menargetkan peningkatan bertahap melalui berbagai upaya mitigasi, seperti penggunaan BBM cadangan serta penambahan baterai di site-site terdampak banjir.

Secara keseluruhan, kondisi jaringan IOH di wilayah Sumatera saat ini berada pada level yang stabil, dengan capaian sekitar 90 persen untuk layanan data, dan ditargetkan mencapai 100 persen seiring rampungnya pemulihan infrastruktur pendukung.

“Indosat berkomitmen untuk memastikan layanan komunikasi tetap andal, terutama pada momen penting seperti Natal dan Tahun Baru, serta terus hadir mendukung masyarakat di tengah proses pemulihan pascabencana,” tutup Sembodho.(*)

Komentar

Loading...