Rico Waas Serahkan SPPT PBB 2026 Lebih Awal, Optimistis PAD Kota Medan Tercapai Maksimal

Ket: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama jajaran Pemko Medan, camat dan lurah se-Kota Medan saat penyerahan simbolis SPPT PBB dan DHKP Tahun 2026 di Balai Kota Medan, Rabu (21/1/2026).(Foto: Pemko Medan/ ist)

RUBIS.ID, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat roda pembangunan Kota Medan. Hal tersebut dibuktikan dengan penyerahan secara simbolis Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Buku Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) Tahun 2026, yang digelar di Balai Kota Medan, Rabu (21/1/2026).

Langkah percepatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan anggaran pembangunan sejak awal tahun. Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa pajak, khususnya PBB, merupakan instrumen penting yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas publik.

“Biasanya penyerahan PBB dilakukan pada Februari atau Maret. Tahun ini kita mulai sejak Januari. Ini adalah semangat awal tahun untuk tancap gas, semangat bersama untuk bekerja lebih baik,” ujar Rico Waas.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum terakhir penggunaan SPPT fisik secara masif. Ke depan, Pemerintah Kota Medan akan beralih ke sistem digital.

“Kita akan menuju E-SPPT di tahun depan. Ini langkah untuk lebih profesional, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya,” katanya di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar, Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian, serta para camat dan lurah se-Kota Medan.

Rico Waas juga menekankan pentingnya menjaga integritas aparatur, khususnya jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan perangkat kewilayahan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pajak.

“Enggannya masyarakat membayar pajak seringkali karena bertemu oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya minta Bapenda dan kewilayahan harus bersih. Jika kita profesional, masyarakat pasti percaya dan sukarela membangun kotanya lewat pajak,” tegasnya.

Dengan pendistribusian SPPT PBB yang dilakukan lebih awal, Rico Waas optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan Tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal, sehingga berbagai program dan proyek strategis dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Saya mengapresiasi kinerja Bapenda Kota Medan yang langsung tancap gas di awal tahun. Saya optimis PAD kita di tahun 2026 dapat tercapai maksimal,” ucapnya optimis.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, dalam laporannya menyampaikan bahwa total SPPT PBB yang diserahkan tahun ini mencapai 542.166 SPPT dengan total ketetapan sebesar Rp972.045.127.089.

Agha menyebutkan, pihaknya optimistis realisasi PBB tahun 2026 dapat tercapai, seiring evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kendala yang terjadi pada tahun sebelumnya.

“Sebagai langkah perbaikan, Bapenda kini menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih ketat dalam pendistribusian SPPT kepada masyarakat,” jelasnya.

Salah satu fokus utama tahun ini, lanjut Agha, adalah memastikan SPPT PBB dapat diterima wajib pajak dalam waktu maksimal tiga bulan.

“Kami perkuat SOP agar SPPT tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke masyarakat. Target kami, dalam tiga bulan seluruh SPPT sudah tersebar,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Medan juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan kelurahan dengan capaian realisasi penerimaan PBB tertinggi tahun 2025, sekaligus melakukan launching logo baru Bapenda Kota Medan.(*)

Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan

Komentar

Loading...