FKDM Sumut Didorong Perkuat Kewaspadaan Dini di Tengah Masyarakat

Teks foto: Kepala Kesbangpol Sumut Dr. H. Mulyono (tengah) berdialog dengan tokoh dan pengurus FKDM dalam suasana santai namun penuh makna di Medan.(Foto: Tim/ Ist)

RUBIS.ID, MEDAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara, Dr. H. Mulyono, menegaskan bahwa Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah melalui deteksi dini berbagai potensi gangguan.

Hal tersebut disampaikan Mulyono saat menghadiri kegiatan silaturahmi FKDM Sumatera Utara yang berlangsung di Medan, Rabu (22/4/2026), dalam suasana penuh keakraban.

Dalam kegiatan yang difasilitasi tokoh muda Sumut El Adrian Shah, turut hadir Ketua FKDM Sumut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si, anggota senior FKDM Dr. Sakhyan Asmara, Ustadz Dr. H. Amhar Nasution, serta jajaran pengurus dan anggota forum.

Mulyono menjelaskan, FKDM merupakan bagian penting dari sistem kewaspadaan daerah yang berfungsi layaknya “intelijen sipil” Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Forum ini bertugas mendeteksi secara dini berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, termasuk persoalan sosial yang berpotensi mengganggu jalannya pembangunan.

“FKDM ini ibarat bekerja dalam sunyi. Ketika suasana kondusif, mereka tidak banyak dibicarakan. Namun saat terjadi gangguan, forum ini justru menjadi sorotan. Padahal, kondisi aman yang kita rasakan adalah hasil kerja besar mereka,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga stabilitas daerah sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun memiliki dampak besar terhadap kelangsungan pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKDM Sumut, Ismail Efendy, menegaskan bahwa tugas kewaspadaan dini membutuhkan komitmen dan keikhlasan tinggi. Menurutnya, anggota FKDM tidak bekerja untuk mencari popularitas, melainkan untuk memastikan masyarakat tetap hidup dalam suasana aman dan kondusif.

“Menjaga kondusivitas adalah proses panjang yang memerlukan kepekaan sosial, komunikasi, serta sinergi. FKDM hadir agar potensi kerawanan bisa dideteksi sejak dini dan tidak berkembang menjadi masalah besar,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah, sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan optimal di Sumatera Utara.(*)

Komentar

Loading...