Sinergi Pemkab Madina dan Pemprov Sumut: Rp36,5 Miliar Dialokasikan untuk Restorasi Jalur Jembatan Merah–Simpang Gambir
RUBIS.ID, MANDAILING NATAL – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki infrastruktur vital di wilayah tersebut. Melalui sinergi kedua pihak, anggaran sebesar Rp36,5 miliar dialokasikan untuk restorasi jalan dan jembatan pada jalur Jembatan Merah hingga Simpang Gambir.
Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, mengumumkan rencana strategis ini dalam konferensi pers yang digelar bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah kabupaten dan provinsi guna merespons kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat Madina. Pertemuan yang turut dihadiri Dinas Pekerjaan Umum, Wakil Bupati, serta Satpol PP tingkat provinsi tersebut menghasilkan kesepakatan pengalokasian anggaran besar untuk pemulihan akses transportasi.
Adapun fokus perbaikan meliputi penanganan longsor, pengaspalan di titik-titik rawan, serta pembenahan sistem drainase. Rincian alokasi anggaran di antaranya:
Penanganan Jembatan Aek Inumon 1: Rp4,5 miliar
Penanganan Jembatan Aek Inumon 2: Rp4 miliar
Penanganan longsoran ruas Muara Soma–Simpang Gambir: Rp12 miliar
Penanganan longsoran ruas Jembatan Merah–Muara Soma: Rp10 miliar
Penanganan longsoran ruas Muara Pungkut–Simpang Banyak: Rp3 miliar
Pemeliharaan berkala jalan Muara Soma–Simpang Gambir: Rp6 miliar
Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai pada Juni atau Juli 2026 dan ditargetkan rampung dalam tahun anggaran yang sama. Pemerintah berharap perbaikan ini dapat mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini terganggu akibat kondisi jalan.
“Perbaikan ini sangat krusial. Jika selama ini waktu tempuh menuju Natal mencapai 4 hingga 5 jam karena kerusakan jalan, nantinya diharapkan bisa dipangkas menjadi 2 sampai 3 jam saja,” ujar Bupati.
Dengan akses transportasi yang kembali optimal, pemerintah optimistis aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pemanfaatan layanan sosial di wilayah Mandailing Natal hingga kawasan pantai barat akan meningkat signifikan.
(RR)