Harga Kebutuhan Pokok di Medan Melonjak, Bawang Merah Tembus Rp54.400 per Kg
RUBIS.ID, MEDAN – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan dan sekitarnya mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang merah, cabai merah, dan beras.
Harga bawang merah saat ini mencapai rata-rata Rp54.400 per Kg, padahal pada Juni lalu masih berada di kisaran Rp32.000 per Kg.
"Pemicu kenaikan harga bawang merah adalah masalah pasokan. Pengiriman dari Pulau Jawa mengalami penurunan, sementara Sumut sendiri mengandalkan pasokan dari Samosir dan sebagian wilayah Sumatera Barat. Belum bisa dipastikan sampai kapan harga ini akan bertahan tinggi," ungkap Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi dan Ketua Tim Bahan Pangan Sumut kepada rubis.id, Rabu (30/7).
Selain bawang merah, harga cabai merah juga naik signifikan. Jika pada akhir pekan lalu masih dijual di kisaran Rp17.000 hingga Rp25.000 per Kg, kini sudah mencapai rata-rata Rp33.600 per Kg. Sementara harga cabai rawit saat ini berada di angka Rp31.400 per Kg.
Kenaikan harga cabai disebut-sebut dipicu oleh peralihan sumber produksi dari wilayah pegunungan yang telah melewati masa panen. Pasokan dari daerah seperti Purba Senembah dan Saran Padang menurun setelah panen raya pada Juli. Meski begitu, panen cabai dari wilayah Batubara (Lubuk Cuik), Deli Serdang, Beringin, dan Pantai Labu yang sedang berlangsung, diharapkan dapat menekan harga dalam waktu dekat.
Untuk beras kualitas medium, terjadi kenaikan harga dari Rp15.350 menjadi Rp15.400 per Kg, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli, Nias. Gunawan menjelaskan bahwa gangguan pasokan masih menjadi penyebab utama, meskipun Sumut diperkirakan akan memasuki masa panen raya dalam waktu dekat.
Tak hanya itu, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan. Di wilayah Sibolga, harganya naik dari Rp17.750 menjadi Rp18.150 per Kg dalam dua hari terakhir.
Sementara itu, telur ayam mengalami kenaikan dari Rp30.750 menjadi Rp30.850 per Kg dalam sepekan terakhir, yang juga dipicu oleh gangguan pasokan.
"Secara keseluruhan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumut disebabkan oleh penurunan pasokan. Khusus untuk minyak goreng, faktor pendorongnya lebih disebabkan oleh naiknya harga pokok produksi," tambah Gunawan.
Namun begitu, ia optimis harga beberapa komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan beras masih berpeluang turun pada bulan depan, meski tetap bergantung pada permintaan dari luar Sumut.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap tensi geopolitik di kawasan ASEAN seperti Thailand-Kamboja sejauh ini belum berpengaruh terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah Sumut.(EL)

Komentar